1 guru, 1 murid — desain grafis yang langsung dipraktikkan dengan tools yang benar-benar dipakai di industri saat ini. Dari Canva Mastery untuk konten bisnis dan sosmed, Adobe Photoshop & Illustrator untuk karir dan freelance profesional, hingga Figma untuk UI/UX design. Guru ke rumah, datang ke cabang terdekat, atau online via Zoom.
Materi Terkini
Canva · Photoshop · Illustrator · Figma
Banyak kursus desain masih mengajarkan workflow yang sudah ketinggalan atau software yang tidak relevan untuk kebutuhan peserta. Creya Edu fokus pada tools yang paling banyak dipakai di industri saat ini — disesuaikan dengan tujuan setiap peserta.
Menghafal cara memakai tool tanpa memahami prinsip desain di baliknya akan membuat kamu stuck setiap kali menghadapi proyek baru. Guru Creya Edu mengajarkan kenapa sesuatu bekerja dalam desain — bukan hanya langkah-langkah yang harus diikuti.
Pemilik warung makan yang butuh Canva untuk konten Instagram berbeda kebutuhannya dengan yang ingin jadi graphic designer profesional. Seluruh program — materi, contoh project, dan target — disesuaikan dengan konteks dan tujuan spesifik kamu.
Setiap sesi menghasilkan sesuatu yang bisa dipakai atau ditunjukkan: konten yang dipublish, logo yang dipakai klien, atau mockup yang masuk portfolio. Ini yang membedakan les privat 1:1 dari kursus yang latihan di file dummy yang tidak pernah terlihat oleh siapapun.
Tampilan visual adalah kesan pertama yang dinilai orang sebelum membaca satu kata pun. Dengan Canva yang dikuasai dengan benar — bukan sekadar pakai template — konten kamu akan terasa seperti dibuat oleh desainer, bukan pemilik bisnis yang buru-buru.
Tidak perlu bayar jasa edit foto untuk setiap kebutuhan bisnis. Tidak perlu menunggu tim desain untuk setiap materi yang kamu butuhkan. Photoshop yang dikuasai dengan benar membuat kamu independen secara visual.
Keterampilan desain tanpa portfolio adalah keterampilan yang tidak terlihat. Program Creya Edu dirancang agar setiap project menghasilkan karya yang layak masuk portfolio — bukan latihan teknis yang tidak ada nilainya di luar ruang kelas.
Desainer yang baik bukan hanya yang bisa menggunakan tools — tapi yang bisa menginterpretasikan kebutuhan klien, membuat konsep, dan mengeksekusinya. Ini skill yang membedakan freelancer yang bisa charge Rp 500rb dari yang charge Rp 5 juta.
Untuk pemilik bisnis, content creator, dan profesional yang ingin membuat konten dan materi visual secara mandiri — tanpa perlu belajar software yang kompleks. Canva yang dikuasai dengan benar menghasilkan desain yang jauh melampaui template biasa.
Untuk yang ingin menguasai tools standar industri desain grafis profesional. Photoshop untuk foto dan raster, Illustrator untuk logo dan vector — keduanya dipelajari bersama karena pekerjaan desain nyata hampir selalu membutuhkan kombinasi keduanya.
Untuk yang ingin masuk industri tech/startup sebagai UI/UX designer — salah satu karir dengan demand tertinggi saat ini. Figma adalah standar industri yang dipakai hampir semua tim produk digital, dari startup hingga perusahaan Fortune 500.
"Konten bisnis saya terlihat tidak profesional dibanding kompetitor. Saya pakai template Canva yang itu-itu saja dan hasilnya terasa generik dan tidak mencerminkan brand saya..."
Masalahnya bukan Canva-nya — tapi cara memakainya. Canva yang dipakai dengan Brand Kit yang konsisten, pemilihan font yang tepat, dan prinsip hierarchy visual yang benar menghasilkan konten yang jauh berbeda dari yang sekadar pakai template default.
"Setiap kali buka Photoshop langsung kebingungan dengan semua panel dan tool-nya. Sudah coba ikuti tutorial di YouTube tapi selalu tidak bisa replicate hasilnya..."
Photoshop memang memiliki learning curve yang curam jika dipelajari sendiri. Dengan guru 1:1, kamu tidak mencoba semua tool secara membabi buta — tapi dimulai dari yang paling sering dipakai untuk kebutuhan spesifikmu, dengan penjelasan yang langsung relevan.
"Saya mau jadi desainer grafis tapi tidak tahu harus mulai dari mana, software apa dulu yang dipelajari, dan bagaimana membangun portfolio dari nol..."
Tidak ada yang lahir sebagai desainer — semua dimulai dari satu tool pertama. Sesi pertama Creya Edu dimulai dengan pemetaan tujuan karir kamu, software yang paling relevan untuk tujuan itu, dan roadmap portfolio yang perlu dibangun.
"Setiap kali saya butuh desain presentasi atau materi visual, saya harus minta ke orang lain atau bayar desainer — untuk hal-hal yang sebenarnya bisa saya buat sendiri kalau saya tahu caranya..."
Ketergantungan pada orang lain untuk visual yang sebenarnya bisa dibuat sendiri adalah pemborosan waktu dan biaya. Dengan Canva atau Photoshop dasar yang dikuasai, sebagian besar kebutuhan visual sehari-hari bisa dikerjakan sendiri dalam waktu yang lebih singkat dari yang dibayangkan.
Ceritakan tujuanmu: untuk bisnis sendiri, karir desainer, freelance, atau kebutuhan kantor. Dari situ ditentukan program dan tools yang paling relevan — tidak semua orang perlu belajar Photoshop, dan tidak semua orang cukup dengan Canva.
Bersama guru, dirancang roadmap belajar yang jelas sekaligus rencana portfolio — project apa yang akan dihasilkan di setiap fase sehingga di akhir program kamu punya karya nyata.
Guru dipilih berdasarkan spesialisasi: guru Canva & social media design berbeda dengan guru Adobe professional dan guru UI/UX Figma. Keahlian guru harus match dengan program yang dipilih.
Setiap sesi menghasilkan karya. Guru ke rumah, datang ke cabang, atau online via Zoom. Progress dan hasil karya tercatat di LMS — kamu bisa lihat perjalanan dari karya pertama sampai yang terbaru.
| Aspek | ✅ Privat Creya Edu | YouTube / Tutorial Gratis | Kursus Desain Online |
|---|---|---|---|
| Software yang diajarkan | Tools terkini yang relevan | Variatif, tidak selalu relevan | Tergantung kurikulum |
| Koreksi desain real-time | Ya — langsung per project | Tidak ada | Forum Q&A, lambat |
| Feedback estetika & prinsip | Setiap sesi, personal | Tidak ada | Sangat terbatas |
| Portfolio nyata | Dirancang sejak awal | Harus inisiatif sendiri | Mini project dummy |
| Materi sesuai tujuanmu | 100% disesuaikan | Generik | Generik, satu kurikulum |
| Jadwal | Fleksibel total | Kapan saja | Self-paced atau fixed |
| Motivasi & akuntabilitas | Tinggi — ada guru & jadwal | Rendah, mudah stop | Rendah–sedang |
"Dulu konten jualan saya berantakan banget karena asal tempel template bawaan tanpa paham kombinasi warna dan font. Di sini saya diajari rahasia brand kit dan hierarchy visual. Pas dipraktekkan, feeds IG langsung rapi dan estetik. Engagement feeds naik drastis dan banyak customer baru DM bilang 'kontennya bagus dan meyakinkan ya'."
"Sebelum les di Creya Edu, saya tidak tahu perbedaan Photoshop dan Illustrator. Yang saya tahu hanya Canva, dan itupun pakai template yang itu-itu terus. Setelah 3 bulan fokus belajar tools raster, vector, dan dibimbing bikin portfolio nyata, saya langsung dapat klien pertama yang berani bayar Rp 3.500.000 untuk satu project branding kit lengkap."
"Sebagai orang dengan background non-tech, dunia UI/UX awalnya berasa asing banget. Mentor 1:1 di sini bener-bener sabar ngajarin saya dari dasar wireframing sampai mahir fitur advanced Figma kayak Auto Layout dan interactive prototyping. Pas interview kerja, **user terkesan banget sama prototype hasil real project saya dan akhirnya saya resmi keterima sebagai Junior UI/UX Designer**."
Guru Canva berbeda dengan guru Photoshop/Illustrator, dan berbeda lagi dengan guru Figma UI/UX. Jika setelah beberapa sesi terasa tidak cocok atau kurang sesuai spesialisasinya, kami ganti — gratis, kapan saja.
Tidak ada sesi yang diisi hanya dengan menonton guru bercerita teori. Setiap sesi menghasilkan sesuatu yang nyata — konten yang bisa dipublish, elemen desain yang bisa dipakai, atau karya yang masuk portfolio.
Jadwal bisa diubah kapan saja dengan konfirmasi H-1. Progress and karya di setiap sesi tercatat di LMS Creya Edu — kamu bisa lihat perjalananmu dari karya pertama sampai yang terbaru.
11 cabang di Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang Selatan, dan Bandung — plus online untuk seluruh Indonesia
Melayani area Kembangan, Kebon Jeruk, Palmerah, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Cengkareng, dan Kalideres.
Google Maps →Melayani area Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Tebet, dan Setiabudi.
Google Maps →Melayani area Matraman, Pulo Gadung, Jatinegara, Duren Sawit, Kramat Jati, Makasar, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, dan Cakung.
Google Maps →Melayani area Gambir, Sawah Besar, Kemayoran, Senen, Cempaka Putih, Menteng, Tanah Abang, dan Johar Baru.
Google Maps →Melayani area Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading.
Google Maps →Melayani area Ciputat, Pamulang, Pondok Aren (Bintaro), Serpong (BSD), Serpong Utara (Alam Sutera), Setu, dan Ciputat Timur.
Google Maps →Melayani area Karawaci, Pinang, Ciledug, Cipondoh, Batuceper, Benda, Cibodas, Jatiuwung, Karang Tengah, Larangan, Neglasari, Periuk, dan Tangerang Kota.
Google Maps →Melayani area Margonda, Cinere, Sawangan, Limo, Pancoran Mas, Sukmajaya, Cilodong, Cimanggis, Tapos, Bojongsari, dan Beji.
Google Maps →Melayani area Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Jatiasih, Pondok Gede, Rawalumbu, Tambun, dan Cikarang.
Google Maps →Melayani area Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Timur, Bogor Utara, Tanah Sareal, Cibinong, Bojonggede, Sentul, dan sekitarnya.
Google Maps →Melayani area Dago, Setiabudi, Cihampelas, Pasteur, Coblong, Lengkong, Regol, Sumur Bandung, Antapani, dan Buahbatu.
Google Maps →Kelas privat interaktif 1:1 online live via Zoom dengan pembimbing ahli. Screen sharing real-time terbukti sangat efektif mengevaluasi workflow canvas dan teknik tools desain grafismu.
Hubungi WhatsApp →Konsultasi gratis, tidak ada komitmen. Ceritakan tujuanmu — untuk bisnis, karir, atau freelance — kami rekomendasikan program dan tools yang paling sesuai, bisa mulai minggu ini.